Logo

Kabar Menarik

Uji Kompetensi Santri Berbasis Profesional, MA Zainul Hasan 1 Genggong Gelar Sidang Tugas Akhir PRODISTIK Bersama Akademisi dan Praktisi

Genggong, Probolinggo — Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan pendidikan berbasis keterampilan dan teknologi dengan menggelar Sidang Tugas Akhir Program Unggulan Prodistik (Program Digitalisasi Teknologi Informasi dan Komputer), Rabu (21/1/2026).

Sidang Tugas Akhir ini dilaksanakan sebagai puncak evaluasi pembelajaran santri PRODISTIK, dengan melibatkan tim penguji eksternal yang terdiri dari akademisi Universitas Negeri Malang (UM) serta praktisi profesional di bidang perfilman, desain komunikasi visual, dan pemrograman. Kehadiran penguji lintas akademik dan industri ini menjadi langkah strategis MA Zaha dalam memastikan kualitas lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia nyata.

Adapun penguji dari kalangan akademisi Universitas Negeri Malang, berasal dari Departemen Teknologi Pendidikan (TEP) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), yaitu:

  1. Dr. Henry Praherdhiono, M.Pd – Ketua Departemen TEP FIP UM
  2. Dr. Otto Fajarianto, M.Kom – Dosen TEP FIP UM
  3. Eka Pramono Adi, S.IP., M.Si – Humas FIP UM

Sementara dari kalangan non-akademik (praktisi profesional), hadir sebagai penguji:

  1. Samsul Anwar – Sineas Altamis Production
  2. Ahmad Zainullah – Programmer
  3. Diki Saifurrohman – Desainer Komunikasi Visual

Para santri diuji melalui presentasi dan pendalaman tugas akhir sesuai bidang keahlian masing-masing, mulai dari produksi film dan multimedia, desain komunikasi visual, hingga pemrograman aplikasi. Setiap karya dinilai dari aspek konsep, teknis, kreativitas, serta kesiapan implementasi di dunia industri.

Kepala MA Zainul Hasan 1 Genggong, Nun Ahsan Maliki, S.Sy., M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa Sidang Tugas Akhir PRODISTIK bukan sekadar ujian akademik, tetapi bagian dari ikhtiar besar madrasah dalam menyiapkan santri yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

"Sidang tugas akhir ini kami desain setara dengan atmosfer akademik perguruan tinggi dan dunia profesional. Kami ingin santri MA Zaha tidak hanya lulus secara administratif, tetapi benar-benar siap menghadapi tantangan dunia teknologi, industri kreatif, dan digital, tanpa kehilangan jati diri sebagai santri pesantren,” tegas Nun Alex, sapaan akrabnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan akademisi UM dan para praktisi industri merupakan wujud nyata dari visi MA Zaha sebagai madrasah berbasis pesantren dan teknologi

.

"Kami meyakini, santri hari ini harus mampu berdiri di dua kaki: kuat secara akhlak dan agama, sekaligus kompeten secara keilmuan dan keterampilan. PRODISTIK adalah ikhtiar strategis untuk menjawab kebutuhan itu,” imbuhnya.

Dengan terselenggaranya Sidang Tugas Akhir PRODISTIK ini, MA Zainul Hasan 1 Genggong semakin memperkuat posisinya sebagai Madrasah Aliyah Plus Keterampilan yang konsisten menghadirkan pendidikan bermutu, adaptif, dan berdaya saing nasional.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya menjadi pusat penguatan nilai keislaman, tetapi juga ruang lahirnya generasi santri kreatif, inovatif, dan profesional yang siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban.