Outdoor Learning Berbasis Lingkungan, Santri MA Zainul Hasan 1 Genggong Ikuti Studi Lingkungan di PPLH Seloliman
Mojokerto — Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong kembali menguatkan pembelajaran kontekstual melalui kegiatan Outdoor Learning Studi Lingkungan di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman, Trawas, Kabupaten Mojokerto, yang dilaksanakan selama tiga hari, Senin–Rabu (26–28 Januari 2026).
Kegiatan ini diikuti oleh santri kelas XII program IPA dan IPS sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman langsung (experiential learning). Melalui studi lingkungan ini, santri diajak untuk memahami keterkaitan antara ilmu pengetahuan, kelestarian alam, dan potensi kewirausahaan berbasis lingkungan.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Ustaz Solihin, M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran ekologis sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif santri.
“Pembelajaran tidak harus selalu di ruang kelas. Di PPLH Seloliman, santri belajar langsung dari alam, memahami energi terbarukan, pengolahan hasil alam, hingga sejarah lingkungan. Ini bagian dari ikhtiar kami membentuk santri yang peduli lingkungan dan berdaya saing,” ujarnya.
Pada hari pertama, santri mendapatkan materi dan observasi lapangan terkait energi baru terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), serta praktik kewirausahaan berbasis alam seperti pembuatan selai nanas dan sirup herbal. Materi ini dikaitkan langsung dengan mata pelajaran IPA dan IPS, sehingga santri mampu mengintegrasikan teori dengan praktik nyata.
Hari kedua diisi dengan kunjungan edukatif ke Petirtaan Jolotundo, situs bersejarah peninggalan Raja Airlangga, yang memberikan pemahaman tentang sejarah, konservasi air, dan nilai peradaban masa lalu. Kegiatan dilanjutkan dengan outbond untuk melatih kerja sama, kepemimpinan, dan ketangguhan mental.
Pada hari ketiga, santri mengikuti outbond ekstrem berupa susur sungai, yang menjadi puncak kegiatan outdoor learning. Aktivitas ini tidak hanya melatih fisik dan keberanian, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, kepedulian, serta kebersamaan dalam menghadapi tantangan alam.
Sebagai tindak lanjut kegiatan, santri diberikan tugas membuat poster edukatif dan presentasi sesuai tema yang dipelajari, untuk dipresentasikan baik di PPLH maupun di lingkungan madrasah. Hal ini bertujuan memperkuat pemahaman sekaligus melatih kemampuan komunikasi ilmiah santri.
Melalui kegiatan ini, MA Zainul Hasan 1 Genggong menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga membentuk karakter, kepedulian lingkungan, dan kesiapan santri menghadapi tantangan masa depan.



