Logo

Info Kegiatan

Perkuat Sensitivitas Lingkungan dan Kemandirian, Santri Putri MA Zainul Hasan 1 Genggong Ikuti Studi Lingkungan di PPLH Seloliman

Mojokerto – Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong kembali menegaskan komitmennya dalam pendidikan berbasis pengalaman nyata melalui kegiatan Studi Lingkungan (Outdoor Learning) bagi santri putri kelas XII IPA dan IPS. Kegiatan ini dilaksanakan di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman, Trawas, Kabupaten Mojokerto, selama tiga hari, Rabu–Jumat (4–7 Februari 2026).

Sebanyak 102 santriwati mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Mereka terlibat dalam rangkaian pembelajaran terpadu yang memadukan observasi lingkungan, praktik sains terapan, kewirausahaan, penguatan karakter, hingga eksplorasi alam, dalam suasana edukatif dan reflektif.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MA Zainul Hasan 1 Genggong, Ustaz Solihin, M.Pd., menjelaskan bahwa studi lingkungan ini dirancang sebagai bagian dari penguatan kurikulum berbasis kontekstual dan karakter.

“Pembelajaran tidak cukup hanya di ruang kelas. Di PPLH Seloliman, santri belajar langsung dari alam, mengamati, mempraktikkan, lalu merefleksikan. Ini penting untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan, kemandirian, dan daya pikir kritis santri,” ungkapnya.

Selama kegiatan, santri putri mendapatkan materi observasi sesuai rumpun keilmuan masing-masing. Dari sisi IPA, santri mempelajari teknik rekayasa budidaya ramah lingkungan seperti kapiler, stek, dan vertikultur. Sementara dari rumpun IPS, santri dibekali wawasan kewirausahaan berbasis lingkungan, di antaranya pengolahan beras kencur dan produk olahan martabak daun melinjo. Tidak hanya praktik akademik, santri juga dilatih untuk menyusun laporan observasi dan presentasi kelompok sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah atas hasil pembelajaran yang mereka peroleh di lapangan.

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi sejarah dan budaya melalui kunjungan ke Petirtaan Jolotundo, situs bersejarah peninggalan Raja Airlangga. Kegiatan ini dipadukan dengan capacity building, penguatan kapasitas diri dan kerja tim, serta dinamika kelompok yang bertujuan membangun kepemimpinan dan solidaritas antarsantri.

Memasuki hari terakhir, santri mengikuti outbond alam dan susur sungai, yang menjadi puncak kegiatan. Aktivitas ini tidak hanya menguji fisik dan mental, tetapi juga melatih keberanian, disiplin, dan kepedulian terhadap alam sekitar.

Ustaz Solihin menambahkan, melalui kegiatan ini madrasah berharap santri tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepekaan sosial-lingkungan.

“Kami ingin santri MA Zainul Hasan 1 Genggong tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan sadar lingkungan. Studi lingkungan ini adalah bagian dari ikhtiar madrasah menyiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya.

Dengan pendekatan belajar dari alam, MA Zainul Hasan 1 Genggong terus menghadirkan model pendidikan yang holistik mengintegrasikan ilmu pengetahuan, karakter, dan pengalaman hidup nyata sebagai bekal santri untuk berkiprah di masyarakat.