MA Zainul Hasan 1 Genggong Gelar Munaqosah Program Tahfidz Al-Qur’an Bersama PC JQH NU Kraksaan
Genggong – Madrasah Aliyah Zainul Hasan 1 Genggong kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an melalui pelaksanaan Munaqosah Tahfidz Al-Qur’an sebagai ujian tugas akhir Program Tahfidz Tahun Pelajaran 2025–2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 8 Februari 2026, bertempat di Aula Hasbana MA Zainul Hasan 1 Genggong.
Munaqosah Tahfidz ini diikuti oleh 16 santri, terdiri dari 3 santri putra dan 13 santri putri. Ujian ini bertujuan untuk menguji kualitas hafalan, ketepatan tajwid, kefasihan bacaan, serta kekuatan murojaah santri setelah menempuh proses pembinaan tahfidz secara berkelanjutan.
Pelaksanaan munaqosah menghadirkan Penguji Utama Ketua JQH NU Kraksaan, Habib Anis, yang dalam kesempatan ini diwakilkan kepada Ustaz Saiful Anam. Adapun penguji lainnya adalah M. Mustofa, S.Pd. dan Himami Hafshawaty. Program Tahfidz MA Zainul Hasan 1 Genggong sendiri dilaksanakan melalui kerja sama dengan PC JQH NU Kraksaan, sebagai bentuk sinergi madrasah dengan lembaga keagamaan dalam menjaga kualitas sanad dan metode tahfidz.
Dari hasil munaqosah, capaian hafalan santri menunjukkan hasil yang membanggakan, dengan hafalan tertinggi mencapai 29 juz, mencerminkan kesungguhan, kedisiplinan, dan kekuatan mental para santri dalam menjaga hafalan Al-Qur’an.
Dalam keterangannya, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Ustaz Solihin, M.Pd., menyampaikan bahwa munaqosah ini merupakan tahap penting untuk memastikan capaian hafalan santri tidak hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas.
“Munaqosah Tahfidz ini menjadi bentuk evaluasi akhir sekaligus pertanggungjawaban akademik dan spiritual santri. Kami tidak hanya menilai berapa juz yang dihafal, tetapi juga tajwid, fashohah, dan kekuatan hafalan. Ini bagian dari ikhtiar madrasah menjaga kualitas lulusan tahfidz,” jelasnya.
Ustaz Solihin menambahkan bahwa Program Tahfidz merupakan salah satu program unggulan madrasah yang dirancang untuk melahirkan santri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan akhlak.
“Kami berharap para santri penghafal Al-Qur’an ini kelak menjadi generasi yang mampu menjaga Al-Qur’an, mengamalkannya dalam kehidupan, serta melanjutkan perjuangan keilmuan di jenjang yang lebih tinggi,” pungkasnya.



