Logo

Info Kegiatan

OSIM MA Zainul Hasan 1 Genggong Gelar Diklat Jurnalistik, Perkuat Literasi dan Karakter Santri di Era Digital

Genggong – Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MA Zainul Hasan 1 Genggong kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kapasitas intelektual dan karakter santri melalui kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Jurnalistik Santri bertema “Cerdas, Kreatif, Berakhlakul Karimah”, Senin (16/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rusaifah MA Zaha ini terselenggara atas kerja sama dengan Lembaga Ta’lif Wan Nasyr PCNU Kraksaan dan diikuti oleh pengurus OSIM/OSIS serta perwakilan lembaga pendidikan se-Genggong.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Madrasah, Ustaz Zaini Zainuri. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa literasi dan kemampuan jurnalistik menjadi kebutuhan penting bagi santri di tengah perkembangan media digital yang sangat pesat.

“Santri hari ini tidak cukup hanya menjadi pembaca informasi, tetapi juga harus mampu menjadi penulis dan penyampai pesan yang benar, cerdas, serta tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah. Jurnalistik adalah bagian dari dakwah bil qalam yang membutuhkan tanggung jawab dan adab,” ungkapnya.

Diklat ini menghadirkan Ketua LTN PCNU Kraksaan, Ustaz Mohammad Hendra, sebagai pemateri pertama. Ia memaparkan dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, pentingnya validasi data, serta etika dalam penyebaran informasi. Ia juga menegaskan bahwa santri memiliki posisi strategis dalam membangun narasi yang menyejukkan di tengah derasnya arus informasi.

“Jurnalis santri harus menjadi penjernih informasi, bukan penyebar hoaks. Prinsip tabayyun dan integritas harus menjadi pegangan utama,” pesannya di hadapan peserta.

Sesi berikutnya diisi oleh Siti Nurhaliza, jurnalis NU Online Jawa Timur, yang membagikan pengalaman praktisnya di dunia jurnalistik digital. Ia menjelaskan teknik menentukan sudut pandang (angle) berita, menyusun lead yang kuat, hingga strategi publikasi di media online agar tulisan memiliki daya jangkau yang luas.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan praktik menulis berita. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar teknik wawancara, penulisan feature, hingga pengelolaan media sosial lembaga sebagai sarana publikasi kegiatan madrasah.

Melalui kegiatan ini, MA Zainul Hasan 1 Genggong berharap dapat melahirkan kader-kader jurnalis santri yang tidak hanya terampil dalam menulis dan mengelola informasi, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan mampu menyebarkan pesan-pesan positif yang mencerminkan nilai-nilai kepesantrenan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan budaya literasi di lingkungan madrasah serta wujud nyata sinergi antara lembaga pendidikan dan badan otonom Nahdlatul Ulama dalam mencetak generasi yang unggul, adaptif, dan berakhlakul karimah.