Logo

Sorotan Prestasi

Juara 1 Futsal Nurul Qodim Cup 2026, MA Zaha Taklukkan Ma’had Aly Nurul Jadid Lewat Adu Penalti

Genggong – Tim futsal MA Zainul Hasan 1 Genggong berhasil meraih Juara 1 dalam turnamen Nurul Qodim Cup 2026, kompetisi futsal antarpesantren se-Probolinggo Raya. Juara tersebut diraih setelah MA Zaha menaklukkan Ma'had Aly Nurul Jadid dalam pertandingan final yang berlangsung dramatis melalui adu tendangan penalti.

Turnamen Nurul Qodim Cup 2026 diselenggarakan pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Lapangan Futsal Pondok Pesantren Nurul Qodim, Kalikajar, Kecamatan Paiton. Kompetisi ini mempertemukan sejumlah tim dari berbagai pesantren di wilayah Probolinggo Raya.

Pertandingan final berlangsung sengit. Kedua tim menunjukkan permainan terbaiknya untuk memperebutkan gelar juara. Setelah pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti, tim MA Zaha berhasil keluar sebagai pemenang sekaligus memastikan diri berada di posisi tertinggi turnamen.

Piala kemenangan diserahkan langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qodim, KH. Hafidzul Hakim Noor, M.Pd., kepada tim MA Zaha sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan mereka dalam kompetisi tersebut.

Pelatih futsal sekaligus Guru Olahraga MA Zaha 1 Genggong, Ustaz Ahmad Efendi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perjuangan seluruh pemain. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari latihan, kerja sama, kedisiplinan, serta semangat para santri selama mengikuti kompetisi.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Anak-anak telah menunjukkan perjuangan dan kerja sama yang luar biasa, terutama saat menghadapi pertandingan final yang harus ditentukan melalui adu penalti. Kemenangan ini merupakan hasil dari proses latihan dan kekompakan tim. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi para santri untuk terus mengembangkan potensi, menjaga sportivitas, dan berani berkompetisi di berbagai ajang,” ungkapnya.

Prestasi ini menambah catatan positif MA Zaha 1 Genggong dalam pengembangan bakat dan minat santri, khususnya di bidang olahraga. Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya memberikan ruang bagi pengembangan kemampuan akademik, tetapi juga mendukung potensi santri di bidang nonakademik.